Kamis, 06 Maret 2014

Bagaimana menyikapi cinta



Cinta memang akan menjadi tema kehidupan yang takan pernah usang untuk dibahas. Apalagi di kalangan muda, cinta merupakan tema pokok dalam kehidupan mereka. Pada masa muda inilah biasanya seorang insan mencicipi manisnya cinta sekaligus merasakan bagaimana rasanya pahitnya putus cinta. Dengan fakta biolaogis yang terdapat pada masa puber cinta dapat menjadikan seseorang menuju ke arah positif atau justru sebaliknya, membawa pelaku cinta ke arah negatif bahkan ada yang berakhir dengan bunuh diri. Penulis selalu beranggapan bahwa cinta tak pernah menyakiti, cinta juga takan pernah menyesatkan seseorang pada keburukan. Untuk itu, perlu kita kaji arti cinta dari sisi lain yang kadang jarang kita pahami.

·         Cinta adalah Sebuah Hadiah

Anda harus menyadari bahwa cinta adalah sebuah hadiah, sebuah kado yang Tuhan berikan kepada kita yang Tuhan titipkan melalui orang yang kita cinta. Ibaratnya, anda mendapat kiriman hadiah dari Tuhan yang dikirimkan melalui kurir, maka kepada siapa kita seharusnya berterimakasih untuk pertama kalinya? Jawabnya tentu Tuhan. Ya, Tuhan yang memberi cinta, maka berterimakasihlah kepada Tuhan atas pemberian agungNya. Jika anda berfikir benar, maka anda tidak akan mengambil tindakan tindakan bodoh yang tidak akan sesuai dengan kehendak Allah apalagi jika anda berkata bahwa semua yang dilakukan atas nama cinta.

Semakin anda dicintai dan mencintai orang yang anda cinta, maka seharusnya anda semakin bersyukur dan semakin berterimakasih kepada Tuhan, Anda akan semakin dekat dengan Tuhan, Anda akan semakin mencintai Tuhan bukan justru semakin melupakanNya. Inilah kenapa seorang ahli sufi kenamaan menulis puisi cinta yang agung tentang cinta berikut kutipan puisinya :

 Ya Allah, jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu, agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.

Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu

Ya Allah, jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu,agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.

Ya Rabbana, jika aku jatuh hati, jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu.

Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu, rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.

Ya Allah, jika aku rindu, jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu.

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu, janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.

Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu, jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.

Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu, jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.

Ya Allah Engkau mengetahui bahawa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-MU, telah berpadu dalam membela syariat-Mu.
Kukuhkanlah Ya Allah ikatannya. Kekalkanlah cintanya.

Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini dengan Nur-Mu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.

(As-Syahid Sayyid Qutb)
Begitu indah jika cinta menjadi jembatan atau jalan untuk dapat mencintai sang maha Cinta. Namun yang terjadi justru sebaliknya, semakin cinta kita pada manusia, semakin lupa kita pada Tuhan. Jangan heran jika dengan alasan cinta, seseorang menghalalkan ciuman, menghalalkan sex, atas nama cinta juga kita sering melawan kehendak orang tua, Tuhan kita sisihkan demi seorang manusia yang tak pernah memberi kita nafas, yang tak pernah memberi kita kehidupan, demi seorang manusia yang tak perduli kemana kita akan berakhir, syurga / neraka.
 
Bahkan kita melupakan orangtua demi seorang manusia yang tak pernah mempertaruhkan nyawanya seperti Ibu bertaruh nyawa ketika melahirkan kita, kita melupakan seorang Ayah yang setiap hari membanting tulang untuk hidup kita, demi seorang manusia yang belum tentu menjadi pasangan abadi kita. Kita sering melupakan Ibu kita yang rela memandikan kita, rela terbangun ditengah malam untuk menyusui kita demi seorang manusia yang kadang sibuk dengan urusannya sendiri.  
Cintailah orang yang anda cinta, tapi jangan pernah lupakan Tuhan dan orangtuamu
Cintailah orang yang anda cinta,
Agar semakin besar cintamu padanya semakin dekat pula kau pada Tuhanmu,
semakin dekat pula kau pada orangtuamu.
Cinta yang sejati mengajarimu kebaikan, bukan melulu pada kebahagiaan sesaat
Cinta yang sejati menunjukanmu jalan Syurga
Bukan tega menjebloskanmu kedalam siksa neraka
- See more at: http://cinta009.blogspot.com/2013/10/renungan-cinta-dalam-islam.html#sthash.F9ultxSK.dpuf

0 komentar:

Posting Komentar

Selamat datang buat semua pengunjung Rahmatazt.Blogspot.com! Anda adalah segalanya bagi kami (We are nothing without you)...

sebagai ungkapan terima kasih kami kepada Anda semua, kami akan selalu menyuguhkan tutorial terbaik, salah satunya seperti yang Anda lihat saat ini...